Teknologi baru semakin membuat hidup berwarna.

2

28 June 2010 by nyomanbudiana


Setelah iPod, tidak lama lagi Kindle dan perangkat sejenis lainnya akan berwarna. CHIP akan mengungkap teknologi-teknologi yang digunakan untuk membuat e-book berwarna ini. oleh desmal andi (TL)

Sejak Amazon menjual Kindle dan Apple mengombinasikan iPad dengan iTunes, e-book-reader kini semakin ramai dibicarakan. Namun, perangkat seperti Kindle atau Sony Reader seri PRS hanya mampu menampilkan beberapa gradasi kelabu dengan teknik E-Ink. Padahal, saat ini display LCD warna dengan penerang­an latar seperti pada iPad atau netbook sudah didukung baterai yang dapat aktif sekitar 8-10 jam.

E-book-reader berwarna akan sangat menarik dilihat, terutama untuk majalah fashion, foto, atau video. Saat ini sudah ada tiga teknologi untuk hal tersebut. Akan tetapi, tidak semuanya mampu menampilkan warna menarik de­ngan kombinasi hemat energi dan kecepatan memadai untuk memutar video.
Electro-phorese: Bola-bola tinta berwarna

Teknologi ini menggunakan cairan berwarna gelap dalam kapsul-kapsul mikro. Di dalam kapsul ini berisi partikel bermu­atan listrik untuk memantulkan cahaya. Kapsul-kapsul mikro ini berada di antara dua keping konduktor (bawah dan atas).

Konduktor atas dibuat dari bahan trans­paran. Apabila ada tegangan di antara kedua keping tersebut, partikel bergerak ke arah keping bermuatan berlawanan. Jadi, jika partikel bergerak ke atas, cahaya yang jatuh akan dipantulkan sehingga partikel akan tampak berwarna putih. Sebaliknya, bila bergerak ke bawah, cahaya akan diserap oleh cairan berwarna gelap sehingga partikel tampak berwarna hitam.

Kelebihan utama teknologi ini adalah partikel tetap pada posisinya sampai ada tegangan baru yang berlawanan. Dengan begitu, tidak diperlukan listrik jika hanya menampilkan e-book. Listrik akan muncul jika pengguna mengganti halaman e-book. Material semacam ini disebut bistabil.

Melihat cara kerjanya, akan sangat mudah merealisasikan berbagai warna dalam teknologi ini. Pada sisi atas keping konduktor, pasang filter warna untuk setiap kapsul. Dengan begitu, cahaya yang ditampilkan tidak lagi berwarna putih, tetapi merah, hijau, atau biru (RGB).

Sayangnya, electro-phorese memiliki ke­lemahan. Partikel bergerak lambat. Dam­paknya, untuk mengganti sebu­ah pixel di­butuhkan waktu agak lama. Dengan begitu, teknologi ini tidak tepat untuk memutar video. Tingkat kecerahan dan kontrasnya juga kurang karena hanya sepertiga pixel yang digunakan untuk satu warna.

Electro-wetting: Minyak yang bergerak

Electro-wetting menggunakan campuran air dan minyak dalam sebuah kapsul yang pada sisi bawahnya memiliki sebuah latar belakang yang sangat terang (sebagai reflektor). Pada sisi atas kapsul dan pada latar belakang dipasang elektroda transparan. Di antara elektroda bawah dan air terdapat sebuah isolator hydrophobe (penolak air) berupa minyak berwarna. Apabila tidak ada tegangan, minyak menutupi seluruh dasar kapsul. Cahaya yang dipantulkan akan tampak dalam warna minyak. Jika ada tegangan, minyak berkumpul pada pinggiran dalam bentuk tetes-tetes kecil. Lapisan reflektor yang putih sebagian besar terlihat sehingga kapsul akan tampak berwarna putih.

Dengan kombinasi minyak berbagai war­na dalam subpixel yang bersebelahan, berbagai warna bisa dicampur di dalam­nya. Jika teknologi ini dibuat dalam tiga lapis, kapsul warna yang bertumpuk dapat menciptakan warna melalui subtraksi.

Display dengan electro-wetting lebih murah karena bisa didesain sangat tipis.Saat ini teknologi ini dapat mencapai kecepatan switching kurang dari 50 milidetik (hampir setara tampilan video 25 gambar/detik). Masalahnya, teknik ini tidak bistabil. Agar tetes-tetes minyak tetap ber­satu, harus selalu ada tegangan. Padahal, tegangan yang lama ini dapat melemahkan umur baterai.

Modulasi Interferensi: Keping yang bergerak

Teknologi ini yang paling menjanjikan untuk menampilkan e-book warna. Teknologi yang digagas perusahaan selular Qualcomm ini tidak menggunakan cairan atau filter warna. Warna diciptakan melalui modulasi interferensi. Cahaya jatuh melalui sebuah substrat kaca ke sebuah membran yang dapat memantulkan cahaya. Jarak antara kaca dan membran dapat meng­ubah panjang gelombang cahaya. Cahaya yang keluar tampak dalam warna tertentu, misalnya merah. Dengan demikian, seluruh elemen tampak berwarna merah.

Tegangan listrik dapat menarik lapisan refleksi ke membran. Dengan mengurangi jarak, panjang gelombang cahaya semakin pendek sehingga berada dalam lingkup UV dan tidak tampak bagi mata manusia (poin tampak hitam).

Teknologi ini juga menciptakan warna melalui sebuah susunan subpixel berbagai warna. Teknologi ini bistabil, sangat cepat (waktu switching beberapa nanodetik), dan hanya membutuhkan sedikit energi untuk melakukan pergantian jarak keping minimal. De­ngan begitu, halaman buku dapat ditampilkan seperti video. Saat ini, teknologi interferensi hanya berupa prototype. Namun, dalam waktu dekat, display berwarna dengan teknik interferensi akan tersedia di pasaran.

ebook_small

Sumber : Chip.co.id

Kindle &iPad Stuffs : http://astore.amazon.com/techno1-20?_encoding=UTF8&node=2

2 thoughts on “Teknologi baru semakin membuat hidup berwarna.

  1. selly says:

    nice post…
    trimakasih untuk informasinya..
    salam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

TOKO BASIS UTAMA ELEKTRONIK

Toko Basis Utama Elektronik

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Inside My Mind

Sharing about IT and my Xperiences

%d bloggers like this: